>

Thursday, June 28, 2012

Macam-macam nafsu

0 comments
Mengenal Diri Lebih Dalam

Macam macam Nafsu



Semakin kita tau diri kita, semakin kita tau kesalahan kita, dan semakin besar kesadaran kita akan kesalahan kita, Semakin kita memahami sarana-sarana yang ada dalam diri kita, maka kita akan lebih bisa meng-fungsikan sebagaimana mestinya untuk memposisikan diri kita pada pada tempat semestinya.
Kita punya fisik, kita punya indra, kita punya fikiran, & kita semua punya diri yang batiniah. Diri yang batiniah ini juga sering disebut sebagai spiritual. Didalam spiritual itu ada Nafsu & ada Nurani. Nafsu selalu semau kehendak gue, sedangkan Nurani selalu menyesuaikan dengan kehendak Tuhan.
Nafsu dan Nurani senantiasa berperang, berebut kekuasaan untuk menguasai diri... mana yang lebih dominan diantara keduanya, maka dialah yang akan menguasai diri/perilaku kita
Bagaimana cara melatih kepekaan spiritual? Mana yang akan kita pekakan? nafsunya atau nuraninya, semakin kita mengikuti nafsu maka akan semakin mudah bagi Iblis untuk mengirimkan pesan-pesannya ke dalam hati kita, dan sebaliknya. Semakin kita waspada serta teliti dalam menentukan langkah kita mengikuti Nurani kita niscaya akan bersinar hati kita, mudah menerima kebaikan dan tentunya apa yang kita lakukanpun akan senantiasa teriringi kebaikan-kebaikan 
Bagi yang banyak melakukan dosa-dosa, maka nurani akan terhijabi (tertutupi) oleh kotoran-kotoran spiritual. Semakin banyak melakukan dosa, meskipun nurani tetap bersinar, tetapi sinarnya terhalang oleh noda-noda yang kita bikin melalui dosa-dosa itu, sehingga pancaran cahayanya tak lagi mampu mempengaruhi jalan fikirannya, tidak mampu lagi mempengaruhi bagaimana mengambil keputusan, mengambil kesimpulan, menerima atau menolak sesuatu. Dalam kasus seperti ini, maka tidak ada jalan lain selain membersihkan kotoran itu agar cahaya nurani bisa memancar kembali, agar jalan malaikat masuk semakin lebar. Caranya? Melakukan pertaubatan, perbanyak dzikir (ingat ALLAH AZZA WA JALLA) dalam segala kondisi. mengingat dengan Dzikir inilah kita mempersenjatai diri kita dari Bujuk rayu Iblis yang memboncengi Nafsu kita.


Pembagian nafsu secara garis besar, ada dua: 
Yang Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh oleh diri atau nafsu manusia:

1. Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar pertimbangan akal yang tenang, sehingga tidak mampu membedakan mana yang benar mana yang salah, mana baik mana buruk.

2. Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela, akan tersadar, lalu menyesali diri atau merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan muthmainnah.

3. Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman dan gemblengan badai derita, sehingga mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana yang terakhir ini akan terpental dengan sendirinya. Di segala situasi, baik dalam duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang. Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua sayap: sayap sabar (di cuaca kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan dzikir.

4. Nafsu mulhamah: unsur jiwa yang menerima ilham dari Tuhan, misalnya berbentuk ilmu pengetahuan.

5. Nafsu musawwalah: nafsu yang bebas melakukan apa yang dimauinya tanpa peduli nilai aktivitasnya itu, kendatipun sudah mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

6. Nafsu radhiyah: unsur jiwa yang menginsafi apa yang diterimanya dan menyatakan rasa syukur dalam menerima ridha Allah.

7. Nafsu mardhiyah: nafsu yang senantiasa pasrah akan ridha Allah.

8. Nafsu kamilah: unsur jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit maupun isi, lahir atau batin, luar dan dalam.

Kedua, berupa sepuluh rupa nafsu (jiwa atau sifat tercela) yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus dijinakkan dan (kalau perlu) digilas.

1. Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka memonopoli sendiri.

2. Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain, ia tak memahami masalah.

3. Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).

4. Nafsu fa'riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.

5. Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. (Senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang, dengki, dendam, dan semacamnya).

6. Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni suka kepada yang kotor,busuk, apek, dan yang menjijikkan.

7. Nafsu thusiyah: nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.

8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tak punya rasa santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung).

9. Nafsu dubbiyah: jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal alias dungu.

10. Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng


Di posting oleh Senantiasa Berproses 3:52 PM
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjugi blog sederhana saya....
pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak berupa komentar....
silahkan tinggalkan komentar anda di bawah ini :

 
Meraih kebaikan dengan Perbaikan © senantiasa berproses DheTemplate. Supported by PsPrint Emeryville